Biofertilizer Berbahan Urin, Murah Melimpah dan Bisa Menjadi「Indonesian Chess」 Harapan Petani

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Cloud top online untuk berjudi

HaIndIndonesian Chessonesian Chessrga tinggi jagIndonesian Chessung dan bahan maIndonesian Chesskanan salah satunya disebabkan oleh tingginya biaya produksi. Petani masih dominan dalam penggunaan pupuk anorganik dan pestisida anorganik yang harganya cukup tinggi.

Upaya penurunan harga dengan penurunan biaya produksi sering dilakukan dengan menawarkan pupuk organik di pasar. Cara ini terkesan bijak karena mendorong petani mengembalikan kesuburan tanah sekaligus meningkatkan pendapatan.

Data sensus petani dari badan Pusat Statistik (2013) menyebutkan bahwa 86,41 persen petani Indonesia masih menggunakan pupuk anorganik. Pada beberapa kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menganjurkan petani mulai bergerak menggunakan pupuk organik.

Bila harga pupuk NPK bersubsidi Rp 2.300, maka untuk satu hektar lahan diperlukan biaya Rp 575.000 sampai Rp 690.000.

BEBERAPA hari lalu, kita disadarkan oleh seorang peternak ayam bernama Suroto, yang dari upayanya menarik perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan posternya. Pada akhirnya, dia diundang langsung ke Istana Negara.

Sebagai contoh kebutuhan NPK (15:15:15) untuk satu hektar lahan berdasar rekomendasi kebutuhan pupuk N-P-K pada padi sawah spesifik lokasi (Permentan No: 40/Permentan/OT.140/4/2007) adalah 250-300 kg/ha.

Walaupun Presiden menginstruksikan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk menekan harga jagung untuk pakan ternak sampai Rp. 4.800, namun perlu adanya solusi jangka panjang agar harga jagung dan harga bahan pangan lainnya tidak melonjak.

Harga eceran tertinggi (HET) menurut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sarwo Edhi, pupuk bersubsidi pada kisaran Rp 1.400 sampai Rp 2.300 per kg untuk urea, SP36, ZA dan NPK (Kompas.com 18/1/2021).

Pada kenyataannya, harga di pasaran sering melebihi HET yang ditetapkan pemerintah sehingga petani terpaksa menaikkan harga hasil panennya atau terpaksa merugi dengan harga jual rendah.

Apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Suroto? Poster yang bertuliskan,” Pak Jokowi, bantu peternak beli jagung dengan harga wajar”, bukanlah keisengan Suroto semata. Saat ini jagung dihargai Rp 5.800 sampai Rp 6.000 per kg.

Alasannya, kesuburan lahan pertanian semakin menurun akibat penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan.

Namun, pupuk organik pabrikan juga bukan barang murah. Pupuk organik yang mempunyai kumampuan penyediaan hara sebaik pupuk anorganik dibanderol dalam kisaran Rp 80.000 sampai Rp 100.000 per liter (Data dari Market Place, 2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Oleh: Dwi Umi Siswanti*

Baca juga: Suroto Tak Menyangka Dikirimi Bantuan 20 Ton Jagung oleh Jokowi

Baca juga: Kementan Klaim Jagung Melimpah Ruah, Kenapa Mahal di Lapangan?